Jumat, 18 Oktober 2019

Resensi Film "Koki-Koki Cilik 1"


                                                                Sumber : MNC Pictures

Mengisahkan tentang beberapa anak yang pergi ke Cooking Camp, Cooking Camp adalah kompetisi memasak yang dikhususkan untuk anak – anak belajar, bermain, dan terutama mengasah kemampuan mereka dalam berkompetisi memasak. Cooking Camp adalah impian Bima, seorang anak laki-laki yang mempunyai mimpi dan cita-cita seperti ayahnya, sehingga dia dan ibunya bersama-sama menabung agar bisa mengikuti Cooking Camp. Meskipun uang yang dikumpulkan Bima dan ibunya masih belum cukup untuk mengikuti Cooking Camp, ternyata keberuntungan memihak pada Bima lewat kebaikan hati para tetangganya yang membantunya mengumpulkan uang untuk menutupi kekurangan biaya pendaftaran Cooking Camp. Di Cooking Camp, Bima bertemu dengan Chef Grant seorang Kepala Sekolah di Cooking Camp dan Pak Malik Pemilik Cooking Camp. Bima bertemu dengan anak-anak lainnya di sana yaitu Niki, Kevin, Melly, Alva dan termasuk Key cucu Pak Malik . mereka bermain dan belajar bersama perihal pengetahuan memasak hingga menjadi akrab dan membantu satu sama lain.
Suatu ketika saat Bima dan teman-temannya pergi Ke Kebun mengambil sayuran untuk dijadikan bahan masakan, tak disangka Bima malah dikerjai dengan seorang anak bernama Oliver yang tidak menyukai Bima karena kegigihannya dalam memasak, terlebih lagi Bima bisa masuk 10 besar dalam kompetisi Cooking camp, Oliver mengarahkan petunjuk arah ketempat yang tidak seharusnya dituju, tak disangka kejailan Oliver malah mentakdirkan Bima bertemu dengan Chef Gilang yang saat ini tinggal di sekitar Cooking Camp dan bekerja menjadi staf cleaning di Cooking Camp, dan Chef Gilanglah yang mengajari Bima dalam memasak masakan yang belum pernah dimasak oleh Bima sehingga mengantarkan Bima untuk masuk ke babak final.
Kompetisi Cooking Camp juga mempertemukan Bima dengan teman barunya Audrey yang dikenal sebagai pemenang kompetisi Cooking Camp tiga tahun berturut-turut. Audrey mempunyai bakat memasak yang sangat luar biasa, cekatan, dan tak tertandingi, meski begitu ia bagaikan robot yang disetir oleh ibunya untuk melakukan apa yang diinginkan oleh ibunya, Meski Audrey memiliki cita-cita tersendiri menjadi dancer profesional. Lalu mampukah Bima memenangkan kompetisi Cooking Camp meskipun langkahnya selalu dicurangi oleh Oliver dan mampukah Bima mengalahkan Audrey sang juara berturut-turut di Cooking Camp ?
Film koki – koki cilik mengajarkan arti sebuah kebersamaan, persahabatan, dan tentunya sebuah kompetisi harus dilakukan dengan kejujuran dan tidak boleh dilakukan dengan kecurangan, film ini juga mengajarkan bahwa dalam sebuah kompetisi menang dan kalah tidak terlalu penting, yang terpenting adalah sebuah proses dalam mengejar mimpi dan cita-cita, dan film ini juga mengajarkan bahwa seorang anak bebas memilih mimpi dan cita-cita sesuai yang dikehendakinya bukan meminta anak melakukan apa yang orang tua minta. 
Koki-Koki Cilik merupakan film drama anak Indonesia yang bertema memasak dan telah tayang pada tahun 2018 dan disutradai oleh Ifa Isfansyah. Film ini dibintangi oleh artis cilik pendatang baru yaitu Chloe Xaviera yang juga keponakan Agnes Monica, Farras Fatik, Alifa lubis (Pemenang Little Miss Indonesia tahun 2013), Finalis Junior Master Chef Indonesia Musim 1, Patrick Milligan, Penyanyi cilik Romaria, Marcello, Morgan Oey, Aura Kasih, Ringgo Agus Rahman, Fanny Fabriana, dan masih banyak lagi. 








Rabu, 16 Oktober 2019

Panggung Budaya & Kuliner Tanah Airku


Semarang, 4 Oktober 2019 - Saya bersama teman saya mengunjungi wisata Kota Lama dalam rangka menyegarkan fikiran selepas penat setelah bekerja, kami bertemu di Taman di sebelah Gereja Blenduk yang telah dibangun sejak lama, kami menemukan "Galery Industry Kreatif Semarang" dan kami melihat-lihat koleksi - koleksi yang ada didalamnya, ternyata banyak sekali koleksi kuno yang telah tersimpan di galeri ini baik itu untuk dijual maupun hanya dipamerkan saja. Galeri ini berisikan uang - uang kuno dibawah tahun 2000an, barang-barang antik yang sudah jarang ditemui, koleksi koran dan surat kabar pada zaman dahulu yang tulisannya masih menggunakan ejaan lama, dan bahasa Belanda, dan juga koleksi - koleksi batik yang kainnya bagus dan nyaman. 

Tak disangka setelah kami keluar tidak jauh dari galeri, kami menemukan berbagai stand kuliner yang berasal dari Jawa Tengah maupun stand kuliner lainnya, yaitu beberapa jenis makanan seperti nasi ayam, gudeg, jamu pak jun yang bermanfaat bagi kesehatan, siomay, coto Makassar, aneka seafood seperti kerang dan cumi bakar, tahu gejrot, susu sapi dengan berbagi rasa, dan lainnya.




Diantara berbagai pilihan kuliner yang akan kami santap malam itu, saya dan teman saya memilih Nasi ayam/Nasi Liwet Bu Widodo, kuliner khas Semarang ini sudah beroperasi sejak tahun 1944.  Nasi Ayam Bu Widodo ini sudah lama berjualan di sekitaran Simpang Lima Semarang di depan Tugu Pemuda, di seberang pojok Masjid Raya Baiturrahman, atau di sekitaran 100 meter dari Lawang Sewu. Harga satu porsinya juga sebanding dengan rasa dan isinya, yaitu sekitar Rp.11.000 - Rp. 15.000, namun jika ada penambahan lauk seperti sate akan menambah biaya sekitar Rp. 3.000 - Rp. 5.000. Satu porsi nasi ayam biasanya berisikan nasi, tahu opor, labu siam, telur, sayur krecek, dan juga suwiran ayam, rasa yang dinikmati adalah sedikit pedas dan manis, dan ditambah dengan sambal, sedangkan pilihan lauknya mulai dari opor daging kampung, usus, sate jerohan, dan krupuk.

Setelah kami menyantap makanan sampai habis, kami menonton film di kursi-kursi yang sudah disediakan didepan LCD dan panggung yang bertuliskan "Panggung Budaya dan kuliner Tanah Airku", film yang diputar yaitu berjudul "Merah Putih" sesuai dengan tema yang diusung pada acara yang telah diselenggarakan di Semarang ini. Film ini merupakan film drama historis Indonesia yang dirilis tahun 2009 dan merupakan bagian pertama dari rangkaian "Trilogi Merdeka" yang merupakan trilogi film perjuangan pertama di Indonesia. Sayangnya pengunjung pada malam itu tidak terlalu banyak dan ramai sehingga minat untuk menonton film  bertema perjuangan tersebut masih kurang. 

Demikianlah cerita saya tentang pengalaman saya yang sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri acara yang diselenggarakan di Semarang ini, semoga ada kesempatan dan waktu saya untuk menuliskan resensi film tentang "Trilogi Merdeka".

Minggu, 06 Oktober 2019

Mengintip Koleksi Kendaraan Bersejarah dan Antik di "Museum Angkut" Malang



      Bagi kalian pecinta mobil dan kendaraan bersejarah dan antik, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke wisata "Museum Angkut" yang berada di Kota Malang tepatnya di Jl.Terusan Sultan Agung Atas, Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Malang. Museum ini tidak terlalu jauh jaraknya jika kalian menempuh perjalanan dari Universitas Brawijaya Malang, bagi yang membawa kendaraan pribadi baik itu mobil ataupun motor, bisa dimanfaatkan untuk berkeliling - keliling kompleks arena Jatim Park yang berdekatan dengan museum ini, ataupun juga bisa menikmati wisata petik apel di kebun apel, namun untuk yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa menggunakan sarana transportasi online hanya berkisar Rp. 50.000. Museum angkut mempunyai luas sekitar 3,8 hektar di lereng Gunung Panderman.
         Museum ini adalah satu-satunya museum di Indonesia yang memiliki beragam koleksi sarana transportasi yang lengkap dari seluruh dunia. Koleksi mobil dan motor yang ada di dalamnya saat ini merupakan sarana transportasi yang langka dan sudah jarang ditemui dimanapun.
          Museum Angkut berdiri pada tanggal 9 Maret 2014 yang juga dibangun dan dikelola oleh Jawa Timur Park Group yang  telah membangun Batu Secret Zoo, Jatim Park I, II, dan III, Batu Spectacular, Eco Green Park, Predator Fun Park, The Bagong Adventure, dan Museum Satwa.  Tempat ini cocok digunakan untuk belajar mengetahui informasi dan sejarah kendaraan di berbagai dunia.

Museum Angkut sendiri terdiri dari beberapa bagian yaitu :
a.   Zona Edukasi.
    Saat pertama kali masuk ke dalam museum ini, pengunjung akan disambut dengan banyaknya kendaraan masa lampau seperti mobil-mobil dan motor-motor dari zaman ke zaman dan ada juga mobil Chrysler Windsor Deluxe yang sering digunakan Presiden Ir. Soekarno dan helikopter pertama kepresidenan Indonesia Bell 47J, yang didapatkan sebagai bagian dari barter politik antara presiden Ir. Soekarno dengan pemerintah USA untuk pembebasan agen CIA allen pope yang terlibat pemberontakan PRRI/Permesta di Laut Ambon.


                                       
                                          doc : pribadi

b.   Zona Alat Transportasi Indonesia
      Di zona ini ada bermacam jenis kendaraan seperti onthel yang berjejer rapi, motor-motor tua yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, kereta kencana berkabin yang pada masanya dimiliki oleh kaum elit sosial seperti bangsawan jawa ataupun diluar jawa, dan ada juga patung pembalap terkenal Valentino Rossi beserta mobil balap kesayangannya.





                                          doc : pribadi

c.  Zona Runway 27 Airport.
    Di zona ini akan banyak ditemui berbagai macam jenis pesawat seperti LA-4-200 berwarna kuning dan B206LR berwarna merah, tidak ketinggalan juga pesawat Republik Indonesia Boeing 737-200 yang sering digunakan pada masanya. Pesawat boeing 737-200 adalah pesawat yang sering digunakan oleh Presiden Indonesia, di pesawat itu kita juga dapat memasukinya secara bergantian dan melihat bagian-bagian yang ada dalam pesawat tersebut, seperti ruang kerja, ruang bersantai, dan ruang makan presiden, yang lebih menariknya lagi kita juga bisa berfoto dengan presiden ketiga kita yaitu B.J Habibie, meskipun hanya dengan patung yang menyerupai beliau. Dengan adanya patung dari beliau sendiri ini dimaksudkan agar kita mengenang jasanya dalam mempopulerkan pesawat pertama yang ada di Indonesia bertipe N250.




                                                    doc : Pribadi

d.  Zona Pecinan dan Sunda Kelapa.
    Bagi kalian yang menyukai sejarah orang-orang tionghoa dan Belanda zaman dahulu,disini akan disajikan suasana lingkungan tionghoa pada zaman dahulu, dan juga kendaraan seperti andong, bajaj, dan kapal-kapal yang digunakan para pedagang di Sunda Kelapa atau Batavia itu sendiri.

 

 

                                                    doc : Pribadi

e.   Zona Gengster Town. 
     Bagi yang suka mengumpulkan foto yang instagramable, zona ini paling cocok digunakan untuk berfoto dan berselfi ria, karena zona ini dibuat seperti background film-film kota gengster pada umumnya.

                                          Doc : Pribadi

f.  Zona Eropa.
    Bagi kalian yang menyukai keindahan Negeri Eropa, di area ini selain menampilkan koleksi mobil-mobil Eropa, kalian juga dapat berfoto dan berselfi ria dengan berlatar belakang tempat-tempat yang ada di Eropa, contohnya seperti Menara Eifel (Paris), London Market Hall (London), Tembok Berlin (Jerman), dan yang lainnya.


                                                    doc : pribadi
g.    Zona Istana Buckingham.
      Bagi kalian yang menyukai negara Inggris, di area ini akan seperti merasa berada di Istana          Buckingham yang dilengkapi dengan berbagai alat transportasi khas Inggris.

                                                    doc : pribadi

h.    Zona Las Vegas. 
     Disini pengunjung akan merasa berada di kota yang terkenal dengan julukannya kota judi yang terletak di Amerika Serikat. 
i.     Zona Pasar Apung.
     Surga untuk para pecinta kuliner dan pengoleksi barang-barang unik di seluruh Indonesia ada di sini. Area ini banyak menyediakan berbagai souvenir khas dari Museum Angkut yang dapat dijadikan oleh-oleh dan juga berbagai macam makanan tradisional. Zona ini merupakan titik terakhir bagi pengunjung untuk berstirahat dan beribadah karena di area ini juga tersedia musholla.


                                          doc : pribadi

Museum Angkut mulai dibuka pukul 12.00 s/d 20.00 wib saat hari senin-sabtu, sedangkan hari minggu saat waktu kunjungan lebih ramai dari biasanya museum ini telah dibuka pukul 10.00 s/d 20.00 wib. dengan harga tiket yang dikenakan pada hari biasa (senin-kamis) Rp. 71.000, sedangkan akhir pekan (Jumat-Minggu/tanggal merah) Rp. 100.000. Jika pengunjung membawa tambahan kamera sendiri, pengunjung diwajibkan untuk membayar biaya tambahan sebesar Rp. 30.000. Oh ya sebagai info tambahan buat pengunjung yang berasal dari luar kota Malang yang ingin berkunjung ke Kota Malang maupun sebaliknya yang berasal dari Malang ingin berkunjung ke Semarang dan sekitarnya (via jawa timur-jawa tengah ataupun sebaliknya) selain bisa menggunakan jalur kereta api, kita juga bisa menaiki jasa transportasi travel yang dapat diantar ke tempat penginapan atau tempat tujuan langsung, saya merekomendasikan untuk menggunakan jasa travel megantara trans travel yang dapat dihubungi lewat website https://malangsemarang.com/ , diwebsite itu sudah dijelaskan tempat tujuan dan tarif yang dikenakan.
Selamat berkunjung, dan semoga info ini bermanfaat ya, terima kasih... 












Sabtu, 28 September 2019

Sinopsis Film "Bumi Manusia" (2019)

                                   
  (foto :https://www.biem.co/read/2019/06/19/42085/falcon-pictures-rilis-poster-film-bumi-manusia/)

        Film terbaru Hanung Bramantyo, Bumi Manusia yang baru saja tayang pada bulan Agustus,  berdekatan dengan hari kemerdekaan Indonesia ini, Mengisahkan tentang perjuangan seorang Nyai (Gundik) pada zamannya untuk memperjuangkan haknya, dan kisah cinta dua anak manusia yang berbeda bangsa (Annelies dan Minke).  
       Pada zaman penjajahan bangsa kolonial dan noni-noni Belanda, adalah zaman dimana kaum pribumi masih dianggap rendah , dan bangsa-bangsa mereka dianggap tinggi derajatnya. Maka dari itu HBS (Hoogere Burgerschool), adalah pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda untuk orang Belanda sendiri, Eropa atau anak-anak elite pribumi yang mempunyai jabatan-jabatan tinggi dipemerintahan. Salah satunya adalah Minke (nama julukan yang ia peroleh dari gurunya waktu kecil), anak seorang Bupati Bojonegoro oleh teman-temannya, ia sering dianggap berbeda karena memiliki warna kulit yang gelap tidak seperti kulit bangsa eropa kebanyakan. Meski begitu Minke adalah anak yang cerdas & pintar menguasai dan berkomunikasi dengan bahasa Belanda , ia juga berbisnis kecil-kecilan mebel yang ia tawarkan pada orang tua teman-temannya disekolah.
         Hingga pada suatu ketika, Minke remaja berteman dengan Robert Suurhof (anak indo yang juga bersekolah di HBS) yang berteman dengan Robert Mellema seorang anak dari Herman Mellema , orang asli keturunan Belanda yang mempunyai kebun dan peternakan di Wonokromo. Minke diajak oleh Suurhof untuk bertamu dirumah Robert Mellema, disanalah Minke bertemu dengan seorang gadis bernama Annelies yang merupakan adik dari Robert Mellema dan juga Nyai Ontosoroh (gundik) yang merupakan ibu dari Annelies dan Robert.yang mengubah jalan dan takdir hidupnya. 
Sifat kedua kakak beradik ini sangatlah berbeda dan sangat bertolak belakang, disisi lain meskipun Annelies memiliki kakak yang tidak menyukai kaum pribumi, ia sangat mengaggumi ibunya yang merupakan keturunan asli pribumi yang baik hati, pandai , dan tingkah lakunya yang seperti nyonya-nyonya Eropa yang cerdas dan pandai berbisnis, Nyai Ontosoroh tidak sama seperti gundik-gundik lain (istri simpanan) laki-laki eropa. Nyai ontosoroh atau Sanikem, Sanikem muda dijual oleh ayahnya kepada Herman Mellema yang saat itu menjanjikannya akan menggantikan Sanikem dengan jabatan juru bayar kepada ayahnya. Namun Herman Mellema tidak seperti laki-laki Belanda lain yang memperlakukan gundik-gundiknya dengan kasar dan kejam, ia memperlakukan Sanikem dengan amat baik, diajarinya berbahasa Belanda dan berbisnis hingga akhirnya Sanikem pandai mengelola bisnis perkebunan dan peternakan Herman Mellema, terlebih lagi Sanikem menyukai Minke yang disuruhnya untuk memanggil dirinya "Mama".
       Namun kebahagiaan keluarga mereka berubah ketika menemukan ayah mereka telah mati terkulai disebuah rumah bordir. Kematian Herman Mellema membuat kasus yang panjang dipengadilan yang saat itu dihakimi oleh bangsa Belanda sendiri untuk mengungkap siapa pembunuh Herman Mellema sebenarnya, hingga membuat kisah ini begitu dramatis dan pelik antara ibu (Nyai ontosoroh) dan Annelies, Darsam (orang kepercayaan nyai), dan Minke yang saat itu dijadikan saksi dan diduga terlibat oleh kematian Herman Mellema terlebih lagi ia dan Annelies saling mencintai. 

          Cerita dalam film ini diadaptasi dari Novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer yang kemudian dikemas menjadi sebuah film yang dapat membangkitkan rasa semangat juang bangsa dalam memperjuangkan haknya. Selain itu karakter Minke diperankan oleh Iqbal Ramadhan yang telah sukses memerankan film sebelumnya, dan Annelies oleh Mawar Eva De Jongh, seorang penyanyi dan aktris baru yang sedang mengembangkan karirnya. Film ini juga melibatkan beberapa pemain seperti Sha Ine Febriyanti (Nyai Ontosoroh), Ayu Laksmi (Ibu Minke), Giorgino Abraham (Robert Mellema), Jerome Kurniawan (Robert Suurhoof), dan Bryan Domani (Jan Daperste).
Selain itu, Musisi legenda Iwan Fals juga menjadi pengisi soundtrack dalam film ini bersama dengan Once, dan Fiersa Besari, yang mengcover kembali lagu "Ibu Pertiwi" menjadi versi mereka sendiri. Ada banyak nilai dan pelajaran yang disampaikan dalam Film ini, diantaranya untuk mengajarkan semangat juang para pemuda Indonesia dalam memperjuangkan hak yang sama di negaranya sendiri, dan juga menghargai perbedaan-perbedaan satu sama lain diantara banyaknya suku dan budaya di Indonesia. 


Senin, 03 Desember 2018

Semarang sore ini.

03 desember 2018
Langit gelap pekat, rintik-rintik hujan mulai turun membasahi sepanjang jalan semarang sore ini. Aktifitas tetap seperti biasanya dan jam sudah menunjukkan pukul 15.00, satu jam lagi waktunya untuk ku pulang kerumah setelah seharian menghabiskan waktu didepan komputer kerjaku.
Kukira hari ini tetap seperti hari-hari biasanya, yg hanya hujan sebentar  kemudian langit terang kembali dan mendukung ku untuk bersantai dirumah secepatnya.
Namun kali ini sang pencipta bumi dan seisinya berkata lain, hujan tetap turun semakin deras disertai angin kencang, dan beberapa pohon tumbang dibeberapa jalanan kota Semarang. Tepat pukul jam 16.45 kuberanikan untuk pulang dan menaiki kendaraan roda duaku dan berharap semoga ia bersahabat sampai kerumah. Ternyata beberapa meter baru saja ku jalan, sudah disambut oleh genangan air dijalanan pintas yang biasa kulewati, setelah keluar dari gang lain, kemudian beberapa meter lagi ku disambut oleh lampu lalu lintas yang mati karena memang baru saja listrik mati saat hujan turun yang membuat semrawut jalanan dan beberapa batu-batu yang jatuh, beberapa meter kemudian disambut lagi oleh macetnya jalanan kendaraan roda dua dan empat , berhimpit-himpit dan berdesak-desakkan dijalanan yg kulalui sambil merasakan dinginnya udara, daun-daun dan ranting-ranting yang telah jatuh karena angin kencang. Perjalanan yg begitu sangat melelahkan , dingin, dan menakutkan.
Sampai maghrib pun tiba , aku pun bergegas untuk mampir sebentar dipom bensin yg kulewati, dan menyempatkannya untuk sholat sebentar, karena aku percaya Allah pasti akan memberikan ku dan orang-orang yang aku sayangi keselamatan karena mereka melewati sore ini dengan penuh perjuangan. Aku masih beruntung karena aku tidak menemui pohon tumbang yang mewarnai perjalananku dan air-air yang mengenang sampai ketinggian lutut orang dewasa, dan juga tempat bekerja sekarang yang sangat layak bahkan tidak lagi ada drama-drama kebanjiran dan knalpot rusak karena kemasukan air lagi. Padahal bisa saja jika Allah menghendaki ia bisa mengambil nyawa kita saat keadaan yg menakutkan seperti ini, namun ia masih ingin tetap memberikan kesempatan kita untuk tetap bersujud kepadanya dan memohon ampunannya.
Oh allahku, Yang maha segalanya.
Terima kasih atas kesempatan yg telah engkau berikan sampai malam ini, masih diizinkan untuk bertemu kedua org tuaku, menikmati kasurku yang empuk,meskipun ini adalah kesempatan yg sekian kalinya engkau berikan setelah beribu-ribu kesulitan yg aku lewati. Aku sangat percaya bahwa sebuah perjuangan yg berat akan dibalas dengan sebuah kebaikan tentu dgn usaha kita sendiri.
Aku sangat bersyukur karena sekarang telah diberikan tempat kerja yg lebih  baik dengan beberapa harapan yg aku inginkan  juga yg sudah terwujud, juga teman-teman disekelilingku yang teramat baik untukku. Dan aku percaya bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan (QS. Al Insyirah : 5-6).
Wahai manusia - manusia yg masih diberikan kesempatan untuk sampai  dirumahmu dgn selamat malam ini, cukupkah kejadian sore ini menjadikan bahan renungan untuk kalian agar segera berubah menjadi lebih baik, dan menjadikan sisa-sisa waktu yg kalian miliki di dunia ini untuk lebih bermanfaat dan berguna. Tentunya lebih mendekatkan diri lagi kepada yg telah memberikan kehidupan sampai saat ini.

Senin, 26 November 2018

Pagiku yang belum pernah terjadi.

Sarapan pagi ini ditemani oleh segelas susu dan segelas mie (mie gelas). Seperti biasanya setelah ku masukkan mie dalam gelas dan susu dalam gelas , ku tuangkan air untuk menyeduh mereka yang menemani pagiku ini, tetap seperti cara yang biasanya ku aduk mie agar menjadi lunak dan susu agar menjadi manis .
Namun sesuatu yang sangat menggelikan terjadi, bumbu yang belum kucampurkan ke dalam mie gelas tadi malah ku masukkan ke dalam susu yang sudah berubah rasanya menjadi manis, dan jadilah susu kental manis rasa asin gurih , dan mie yang hambar karena bumbunya sudah habis. Sempat kuminum sebentar susunya namun rasanya sangat aneh, hingga tak berani untuk terus meminumnya sampai masuk ketenggorokan dan berakhir di lambung. Lalu ku putuskan saja untuk ku buang susu manis rasa asin gurih tersebut, dan membuatnya yang baru, dan juga membuka bungkus mie yang baru & menambahkan bumbunya ke dalam mie yg hambar tadi.
Nah kalo begitu kan sarapannya jadi normal lagi, dan tidak akan ada yg namanya drama sakit perut kalo sudah sampai kekantor.
Kenapa ya secara tidak sadar aku bisa melakukan hal sekonyol itu ? Mungkin ini terjadi karena alam bawah sadar kita ingin menggerakan sesuatu yang diluar normal biasanya. Mungkin ada kaitannya dengan isi pikiran kita.
Jadi intinya "Jangan terlalu memikirkan banyak hal apalagi tidak penting untuk hidupmu, sampai memenuhi isi fikiranmu, berikan mereka ruang untuk benar-benar pergi dari pikiranmu sejenak dan kembali pada saatnya atau benar-benar pergi selamanya". 

Selasa, 26 Januari 2016

Namun Dia Hanyalah Pelangi, bukanlah Matahari

Entah sudah berapa lama sejak aku mengenalnya, banyak cerita yang slalu ku bagi dengannya. tak terkecuali dengan kisah cintaku dulu dengan dia,dia,dan dia. tapi tak pernah kudengar keluhannya yang bosan dengan celotehanku. meskipun tak pernah ada waktu kita berdua untuk bersama2 dalam jangka waktu yang lama, dan suasana yang nyaman. maka tiba pada saat tahun ketiga dimana kamu harus pergi untuk mengejar cita-citamu.
Hari ini adalah hari dimana kamu berdiri memakai jas dan topi togamu dengan didampingi kedua orang tua, dan orang - orang tersayangmu. Aku yang saat itu kebetulan datang untuk memberikan selamat kepada orang lain, tak pernah menyangka akan berpapasan denganmu di depan pintu gedung auditorium wisuda. Tak sungkan ku menyapamu dan memberikan ucapan selamat kepadamu.

"Mas Ari, Selamat ya sudah diwisuda, akhirnya perjuangan 3 tahun di bangku kuliah selesai, ucapku kepadanya"
"Sama - sama dek, semoga cepat menyusul ya. Alhamdullilah."begitu balasnya untukku.
Dan hanya sesingkat itu obrolan dan pertemuan kami karena begitu padatnya kerumunan wisudawan dan wisudawati saat itu.

Dan sejak saat itu, aku tak pernah melihatmu lagi ditempat dimana aku melihatmu bersama laptop kesayanganmu itu.

Minggu, 20 Januari 2013

Bahagiaku Karnamu


Kala Bulan menyinari
Langit dan alam semestanya
Seandainya kamu tahu
Betapa aku menyayangimu

Di saat malam tiba
Kala bulan menerangi duniamu
Seandainya kamu tahu
Betapa aku membutuhkanmu
Betapa aku merindukanmu
Betapa aku ingin memilikimu
Bukan hanya sebagai bayanmu

Aku merindukan disaat aku
Pertama kali aku mengenal kamu
Namun saat telah mengenalmu
Aku merasakan kenyaman yang terdalam

Kutau mungkin itu sangat sulit
Untuk menjadi kekasihmu
Tapi saat ini
Telah menjadi sedikit bagian hidupmu pun
Aku bahagia




Merayakan Kemerdekaan dan Hari Istimewa sambil Menikmati Indahnya The Lawu Park

Hai kawan, traveling kali ini adalah pengalaman berkesan yang aku rasakan, karena traveling kali ini adalah momen dimana aku me...