Senin, 26 November 2018

Pagiku yang belum pernah terjadi.

Sarapan pagi ini ditemani oleh segelas susu dan segelas mie (mie gelas). Seperti biasanya setelah ku masukkan mie dalam gelas dan susu dalam gelas , ku tuangkan air untuk menyeduh mereka yang menemani pagiku ini, tetap seperti cara yang biasanya ku aduk mie agar menjadi lunak dan susu agar menjadi manis .
Namun sesuatu yang sangat menggelikan terjadi, bumbu yang belum kucampurkan ke dalam mie gelas tadi malah ku masukkan ke dalam susu yang sudah berubah rasanya menjadi manis, dan jadilah susu kental manis rasa asin gurih , dan mie yang hambar karena bumbunya sudah habis. Sempat kuminum sebentar susunya namun rasanya sangat aneh, hingga tak berani untuk terus meminumnya sampai masuk ketenggorokan dan berakhir di lambung. Lalu ku putuskan saja untuk ku buang susu manis rasa asin gurih tersebut, dan membuatnya yang baru, dan juga membuka bungkus mie yang baru & menambahkan bumbunya ke dalam mie yg hambar tadi.
Nah kalo begitu kan sarapannya jadi normal lagi, dan tidak akan ada yg namanya drama sakit perut kalo sudah sampai kekantor.
Kenapa ya secara tidak sadar aku bisa melakukan hal sekonyol itu ? Mungkin ini terjadi karena alam bawah sadar kita ingin menggerakan sesuatu yang diluar normal biasanya. Mungkin ada kaitannya dengan isi pikiran kita.
Jadi intinya "Jangan terlalu memikirkan banyak hal apalagi tidak penting untuk hidupmu, sampai memenuhi isi fikiranmu, berikan mereka ruang untuk benar-benar pergi dari pikiranmu sejenak dan kembali pada saatnya atau benar-benar pergi selamanya". 

Selasa, 26 Januari 2016

Namun Dia Hanyalah Pelangi, bukanlah Matahari

Entah sudah berapa lama sejak aku mengenalnya, banyak cerita yang slalu ku bagi dengannya. tak terkecuali dengan kisah cintaku dulu dengan dia,dia,dan dia. tapi tak pernah kudengar keluhannya yang bosan dengan celotehanku. meskipun tak pernah ada waktu kita berdua untuk bersama2 dalam jangka waktu yang lama, dan suasana yang nyaman. maka tiba pada saat tahun ketiga dimana kamu harus pergi untuk mengejar cita-citamu.
Hari ini adalah hari dimana kamu berdiri memakai jas dan topi togamu dengan didampingi kedua orang tua, dan orang - orang tersayangmu. Aku yang saat itu kebetulan datang untuk memberikan selamat kepada orang lain, tak pernah menyangka akan berpapasan denganmu di depan pintu gedung auditorium wisuda. Tak sungkan ku menyapamu dan memberikan ucapan selamat kepadamu.

"Mas Ari, Selamat ya sudah diwisuda, akhirnya perjuangan 3 tahun di bangku kuliah selesai, ucapku kepadanya"
"Sama - sama dek, semoga cepat menyusul ya. Alhamdullilah."begitu balasnya untukku.
Dan hanya sesingkat itu obrolan dan pertemuan kami karena begitu padatnya kerumunan wisudawan dan wisudawati saat itu.

Dan sejak saat itu, aku tak pernah melihatmu lagi ditempat dimana aku melihatmu bersama laptop kesayanganmu itu.

Minggu, 20 Januari 2013

Bahagiaku Karnamu


Kala Bulan menyinari
Langit dan alam semestanya
Seandainya kamu tahu
Betapa aku menyayangimu

Di saat malam tiba
Kala bulan menerangi duniamu
Seandainya kamu tahu
Betapa aku membutuhkanmu
Betapa aku merindukanmu
Betapa aku ingin memilikimu
Bukan hanya sebagai bayanmu

Aku merindukan disaat aku
Pertama kali aku mengenal kamu
Namun saat telah mengenalmu
Aku merasakan kenyaman yang terdalam

Kutau mungkin itu sangat sulit
Untuk menjadi kekasihmu
Tapi saat ini
Telah menjadi sedikit bagian hidupmu pun
Aku bahagia




Merayakan Kemerdekaan dan Hari Istimewa sambil Menikmati Indahnya The Lawu Park

Hai kawan, traveling kali ini adalah pengalaman berkesan yang aku rasakan, karena traveling kali ini adalah momen dimana aku me...